This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang Di Kabupaten Karanganyar

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Taman Pancasila Kabupaten Karanganyar

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Gunung Lawu KAbupaten Karanganyar

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Januari 2017

Tertangkap Basah Saat Beraksi, Pencuri Nekat Terjun Ke Kali

Sumber Gambar Solopos.com
Demi menghindari kejaran petugas keamanan RSUD Sujadi, 38, warga Salatiga, nekat terjun ke sungai di dekat RSUD Kartini Karanganyar, Warga Salatiga itu ketahuan hendak mencuri di kompleks rumah sakit pelat merah itu.

Dilansir dari solopos.com pada rabu 18/01/2017  lelaki yang tercatat sebagai warga Salatiga tetapi tinggal di Sumberlawang, Sragen, itu diduga hendak mencuri di kompleks rumah sakit pelat merah itu. Saat kejadian, Sujadi mencoba masuk ke rumah sakit dengan cara menerobos pagar rumah sakit sisi selatan.

Dia masuk melalui celah di bawah pagar. Dia tidak menyadari aksi tersebut diketahui salah satu petugas keamanan di RSUD, Sumardi, 38. Sumardi melaporkan kejadian itu kepada rekannya, Sularno, 46.

Dua petugas keamanan itu memantau gerak-gerik Sujadi. Dia mengikuti Sujadi hingga Bangsal Mawar. Saat menyadari dirinya diiikuti petugas, Sujadi berlagak Salat Subuh di lorong Bangsal Mawar.

Dua petugas keamanan itu mendekati Sujadi. Mereka bermaksud menunggu dan menanyai Sujadi tentang keberadaannya di rumah sakit pada dini hari.

Saat itulah, Sularno menaruh curiga. Sujadi hanya berpura-pura sedang salat. Sularno memberanikan diri mendekati Sujadi. Sujadi merasa terancam dan melarikan diri ke arah selatan dan keluar menerobos pagar sisi selatan.

Dua petugas keamanan itu tetap mengejar Sujadi hingga keluar areal RSUD. Sujadi lalu menyeberang jalan. “Nah, menurut pengakuan dua petugas keamanan itu, mereka mendengar suara seperti sesuatu masuk sungai. Mereka mengarahkan senter ke sungai tetapi tidak ketemu. Pelaku diduga nekat menceburkan diri ke sungai. Padahal kedalaman sungai 15-20 meter,” kata Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, saat ditemui wartawan di Mapolres Karanganyar pada Rabu.

Tidak berselang lama, salah satu pedagang di sekitar kompleks RSUD Kartini Karanganyar mendengar suara orang meminta tolong dari sungai. Saat itu pukul 05.00 WIB.
Dia mengecek dan melihat seorang lelaki berada di tepi sungai. Dia memberi tahu warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Anggota Polres dibantu warga berusaha mengevakuasi pelaku. Pelaku mengalami patah tulang kaki kiri. Dia dibawa ke RSUD. Jadi, setelah nyebur sungai, dia berusaha menggapai tepi sungai. Arus saat itu lumayan deras. Pelaku berhasil diselamatkan sekitar pukul 07.30 WIB,” tutur Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Karanganyar itu menyampaikan anggota Polres masih mengumpulkan keterangan dari pelaku. Pelaku belum bisa dimintai keterangan terlalu banyak. Polisi menemukan barang milik korban seperti dompet berisi identitas dan uang Rp192.000.
“Kasus percobaan pencurian. Dia mengaku naik bus dari Salatiga. Masih kami dalami maksud dan tujuan ke RSUD,” tutur dia.

Di sisi lain, Kapolres berharap Pemkab Karanganyar membantu kinerja polisi dengan memasang kamera closed circuit television (CCTV) di objek vital atau tempat pelayanan publik. Langkah itu mengantisipasi tindakan pelanggaran.

“Sayang sekali belum semua objek vital itu dilengkapi kamera CCTV. Kami berharap Pemkab dan DPRD membuat aturan yang mewajibkan pemasangan CCTV bagi sentra pelayanan publik. Kami sudah menganjurkan itu lewat surat resmi. Utamanya objek vital,” ungkap dia.

Dari 40 Sekolah di Karanganyar 167 Pelajar Ikuti Kejuaraan Pencak Silat HUT ke-66 DPRD Karanganyar

Sumber Gambar joglosemar.co

Dalam rangka HUT ke-66 DPRD Karanganyar, Pemkab bersama kalangan DPRD Karanganyar mengadakan kejuaraan pencak silat. Dari kejuaraan tersebut telah di ikuti kurang lebihnya sebanyak 167 dari 40 sekolahan yang terdapat di Kabupaten Karanganyar

Dilansir dari joglosemar.co pada rabu 18/01/2017 “Sebelumnya memang sudah kita agendakan dan ini juga menjelang perayaan HUT ke-66 DPRD Karanganyar,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto, Senin (16/1/2017).

Diungkapkan titis, selain itu dengan adanya kejuaraan pencak silat tersebut pihaknya berharap agar para peserta yang ikut mampu meningkatkan dan mengembangkan potensinya.

Untuk selanjutnya ikut dalam kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi yakni tingkat provinsi, nasional maupun international.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo yang saat itu membuka kejuaraan pencak silat, mengaku sangat mendukung olah raga yang baru saja digelar di tingkat kabupaten tersebut.

Rohadi berharap, supaya peserta yang ikut dalam kejuaraan mampu mengembangkan prestasinya dan nantinya dapat mewakili Karanganyar untuk maju dan dikenal di provinsi serta pusat, dan internasional karena pencak silatnya.

“Jadikan ajang ini sebagai pembelajaran dan meningkatkan kreativitas di bidang seni bela diri. Dan satu hal, saya pesan jangan remehkan lawan kita,” kata Wabup.

Di sisi lain, Ketua DPRD Karanganyar Sumanto, saat mengungkapkan, tidak hanya kejuaraan pencak silat saja.

Menjelang perayaan HUT DPRD Karanganyar, pihaknya juga bakal menggelar perlombaan seperti lari, renang dan sejumlah kegiatan sosial lainnya.

“Nanti di puncak acaranya kami akan mengundang grup ludruk Kirun CS, untuk menghibur warga Karanganyar,” ucapnya.


Juliyatmono Larang Sekolah di Karanganyar Tarik Biaya

Sumber Gambar Joglosemar.co
Dilansir dari joglosemar.co. pada Rabu 18/01/2017 Juliyatmono Bapak Bupati Karanganyar ini meminta setiap sekolah yang ada di Kabupaten Karanganyar khususnya SMA dan SMK agar tidak menarik biaya.  Ini agar program sekolah gratis yang sudah dicanangkan oleh Pemkab bisa terus berlanjut, meski pengelolaan sudah diambil alih oleh provinsi.

Lebih dari itu, Pemkab juga sudah berkoordinasi dengan gubernur untuk status penarikan pengelolaan SMA dan SMK termasuk pembiayaan.

“Tidak mungkin kalau masyarakat itu menyumbang secara sukarela tanpa permintaan, kecuali itu orang penting. Saya minta tidak boleh ada surat yang menimbulkan efek meminta,” tegas Bupati saat ditemui sejumlah wartawan usai memberikan pembinaan kepada pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar, Selasa (17/1/2017).

Guna memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya warga Karanganyar yang anaknya duduk di bangku SMA atau SMK, Juliyatmono mengaku, pemerintah sudah melakukan komunikasi bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dan dalam pembicaraan yang dilakukan secara informal dengan Gubernur, baik Pemkab dan provinsi, dalam penanganan proses pembiayaan akan dilakukan bersama-sama.

“Kami akan gotong royong dengan provinsi dan bupati. Kebutuhan untuk satu tahun ini harus disepakati. Tolong, saya minta Disdik jangan menarik apapun dulu. Karena nanti menurut Pak Gubernur akan menggunakan Beasiswa,” ucap Juliyatmono.

Sementara itu, diketahui sebelumnya Pemkab Karanganyar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) sudah menyiapkan anggaran mencapai Rp 18 miliar di APBD 2017.
Dana tersebut untuk mengantisipasi agar program sekolah gratis terus berjalan meski pengelolaan SMA dan SMK sudah berpindah di tangan Pemprov Jateng.

“Dana tersebut, nantinya berbentuk hibah Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dan sesuai dengan visi misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Juliyatmono – Rohadi Widodo, untuk membebaskan biaya pendidikan di bumi Intan Pari,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Karanganyar Agus Haryanto,

Sabtu, 07 Januari 2017

Lowongan Bagian Handle Produksi dan Shipping di Nostalgia Project - Solo

Nostalgia Project adalah usaha baru yang terus berkembang dan bergerak di industri kreatif dengan produk utama gantungan kunci multifungsi, usaha yang meciptakan konsep GANTUNGAN KUNCI MULTIFUNGSI.

Informasi produk usaha
  • Tema Produk Nostalgia Project adalah Game dan Anime 
  • Facebook : facebook.com/nostalgiaproject.est2017 
  • Instagram : @nostalgia.project 
  • Area usaha : Kentingan, Belakang Kampus UNS 
Posisi yang dibutuhkan :

MENGHANDLE PRODUKSI & SHIPPING 

Syarat

  • Laki-laki 
  • Muslim 
  • Usia Maksimal 25 Tahun 
  • Memiliki motivasi untuk membesarkan Nostalgia Project 
  • Mau diajak belajar solat wajib berjamaah dimasjid 5 waktu ( biar berkah ) 
  • Loyal, jujur, dan bertanggung jawab 
  • Mempunyai kendaraan bermotor 
  • Minimal SMA atau sederajat 
Silahkan kirim lamaran yang berisi CV dan foto berwarna ke email : 

Nostalgiaproject.est2017@gmail.com

Dengan Subject email : Nama _ JOIN _ Januari 2017

lokersoloraya.com

Jumat, 06 Januari 2017

Karena Salah Persepsi Soal Kenaikan Tarif PNBP, Warga Padati Samsat Karanganyar

Sumber Foto : Solopos.com
Karanganyar- Banyaknya warga karangnyar yang masih salah  persepsi soal pemberlakuan kenaikan tarif penerimaan negara bukan pajak atau PNBP yang termasuk di dalamnya biaya urus STNK dan BPKB. Akibatnya, ribuan warga berbondong-bondong ke Kantor Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD)/Samsat pada Kamis kemarin,

Banyak warga mengira peraturan baru itu juga berimbas pada kenaikan pajak tahunan kendaraan bermotor 2-3 kali lipat, dan akhirnya pun mereka ingin segera menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan mereka sebelum tarif baru PNBP berlaku mulai Jumat (6/1/2017).

Dilansir dari solopos.com pada sabtu 07/ 01/2017 hingga Jumat, ratusan warga masih memadati ruang tunggu dan pelayanan Kantor Samsat Karanganyar.

Mereka menunggu petugas loket memanggil nomor antrean maupun nama sesuai tertera pada STNK, BPKB, dan lain-lain. Nomor antrean pajak tahunan sudah mencapai 400-an pada pukul 10.00 WIB.

Petugas loket pun terpaksa memberikan penjelasan kepada warga bahwa kenaikan tarif PNBP tidak berimbas pada pajak tahunan kendaraan, hanya ada biaya administrasi pengesahan STNK.

Seperti yang dilakukan petugas loket Samsat Karanganyar kepada warga Jatiyoso, Prasetyo, yang membayar pajak tahunan kendaraan roda dua. Prasetyo sudah menyiapkan beberapa lembar uang pecahan Rp50.000 untuk membayar pajak. Pajak yang harus dia bayar Rp203.000.

Tetapi, dia mengeluarkan uang pecahan Rp50.000 lebih banyak dari Rp203.000. Prasetyo hanya mengangguk-angguk saat menerima penjelasan dari pertugas loket.
“Saya bayar pajak tahunan sepeda motor. Ternyata hanya disuruh bayar pajak Rp203.000 ditambah Rp25.000. Kata petugas loket itu biaya pengesahan [Rp25.000]. Dijelaskan sama petugasnya soal kenaikan tarif,” kata Prasetyo sembari menunjukkan stempel di salah satu kolom pengesahan di STNK.

Warga Kebakkramat, Yanuar, mengaku mengantre hingga pukul 19.00 WIB pada Kamis dan kemudian datang lagi pada Jumat. Dia mengurus mutasi kendaraan. Yanuar mengaku terpaksa mengurus mutasi pada Kamis karena mengetahui akan ada kenaikan tarif PNBP.
Tetapi dia mengelak memanfaatkan momen sebelum pemberlakuan tarif baru agar terhindar dari kenaikan tarif. “Ya enggak lah. Sudah tahu kalau tarif naik. Karena berkas mutasi baru jadi saja makanya baru diurus kemarin,” ujar dia saat ditemui Solopos.com di Kantor Samsat Karanganyar, Jumat.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Ahdi Rizaliansyah, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, menyampaikan petugas di Kantor Samsat Karanganyar menyelesaikan pelayanan pukul 20.00 WIB pada Kamis. Mereka melayani lebih dari 1.000 wajib pajak pada hari itu.

Ahdi menyampaikan petugas loket di Kantor Samsat Karanganyar harus menjelaskan tentang kenaikan tarif PNBP. “Jadi kalau ada yang bayar pajak tahunan, petugas wajib jelaskan biaya pengesahan Rp25.000. Sesuai PP Nomor 60 Tahun 2016 yang berlaku per hari ini. Jangan sampai warga tidak tahu disuruh bayar untuk apa,” tutur Ahdi

Solopos.com, Jumat.

Lakukan Olah TKP AW Resto Tasikmadu, Polisi Temukan Bercak Darah

Sumber Gambar : Joglosemar.co
Olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus sweeping dan penganiayaan di restoran AW Resto, Jalan Gatot Subroto, Desa Pokoh, Kecamatan Tasikmadu, yang di lakukan oleh Tim Inafis Polda Jateng melakukan pada hari  Kamis kemarin yang di pimpin oleh  Kasie Identifikasi Kompol Sukhamdi dan didampingi Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dan korban penganiayaan yang juga pemilik AW Resto, AW Mulyadi.


Dalam olah TKP itu, Tim Inafis Polda Jatengdengan memulai menyisir dan menggambar bangunan AW Resto. Selain itu Tim juga mengorek keterangan dari sejumlah saksi.

Dilansir dari joglosemar.co pada 07 01 2017 dalam olah TKP, petugas masih menemukan bercak darah yang menempel di lantai satu. Darah tersebut diduga adalah darah AW Mulyadi yang sebelumnya menjadi korban penganiayaan.
Tim juga melakukan pemeriksaan di lantai dua yang terdapat ruang karaoke. Di lantai dua, tim kembali menggambar lokasi secara detail.
“Ini sesuai prosedur, di mana setelah ada kejadian memang harus dilakukan olah TKP. Nanti data ini hanya sebagai tambahan untuk proses pemberkasan perkara. Yang kita periksa tadi lantai satu, lantai dua, korban dan sejumlah saksi yang sebelumnya melihat kejadian penganiayaan,” kata Sukhamdi.

Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, tujuh dari 11 tersangka yang diamankan Polda ditetapkan menjadi tahanan luar, sedangkan sisanya masih menjalani pemeriksaan di Mapolda.
“Meski menjadi tahanan luar, namun mereka tetap berstatus sebagai tersangka. Mereka juga kami minta wajib lapor rutin ke Mapolres. Empat tersangka lainnya masih menjalani pemeriksaan di Mapolda,” kata Kapolres.

Ia menambahkan, pihaknya masih memburu beberapa pelaku lain yang ikut dalam aksi sweeping dan penganiayaan di AW Resto tersebut. “Beberapa pelaku masih kita cari dan sampai ke mana pun kita kejar,” tegas Kapolres.

Pemilik AW Resto, AW Mulyadi yang juga anggota DPRD Karanganyar dari Partai Golkar mengatakan, dirinya mengalami luka di bagian mulut dan memar di kepala bagian belakang setelah dikeroyok para pelaku.

“Awalnya itu saya duduk-duduk di lantai satu. Tiba-tiba datang segerombolan orang memakai penutup muka. Mereka ingin naik ke lantai dua yang ada karaokenya. Tapi saya malah dipukuli hingga terjatuh. Kejadiannya sekitar pukul 20.30 WIB,” ungkap AW.

Usai memukuli AW, para pelaku kemudian kabur meninggalkan lokasi dan tidak jadi naik ke lantai dua. Tak terima, AW kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Saya berterima kasih kepada bapak polisi karena merespons cepat laporan saya,” ujarnya.
Terkait perizinan AW Resto yang dilengkapi dengan fasilitas karaoke, AW mengaku sudah memilik izin resmi, baik dari Pemkab maupun dari Polres.

“Izinnya sudah ada sejak setahun lalu. Itu izinnya juga saya tempel di sejumlah ruangan,” katanya.

Kamis, 05 Januari 2017

Lowongan Staff Perpajakan & Tenaga Serabutan di CV. My Colour Sejahtera Advertindo - Solo Baru

 
CV. My Colour Sejahtera Advertindo membutuhkan : 
  1. STAFF PERPAJAKAN 
  2. TENAGA SERABUTAN
Syarat:
STAFF PERPAJAKAN 
  • Wanita / Pria Lulusan S1, Usia Max 30 
TENAGA SERABUTAN 
  • Pria, Bekerja di Bengkel Advertising 
Lamaran segera dikirim ke : 
Kantor CV. My Colour Sejahtera Advertindo 
Jl. Merak Raya C28, Solo Baru 
telp 0271-6726120 / 083894410115 
atau via Email : 
mc_digitalprint@yahoo.com

Tasikmadu, Seorang Pria 34 th Ditemukan Tewas Tergantung di Gudang

Sumber gambar : Solopos.com
Salah seorang pria yang bernama Ngadimin dan berusia kuranglebih 34 tahun ini ditemukan tewas dengan kondisi tubuh tergantung tali plastik yang warna biru,

Ngadimin adalah salah seorang warga Dusun Beran RT 004/RW 005 Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Ngadimin ditemukan gantungdiri di gudang barang bekas miliknya sendiri pada hari kamis pagi tadi

Dilansir dari solopos.com Kamis 05/01/2017 jasad Ngadirin kali pertama ditemukan oleh Sunarso, 46, warga setempat, sekitar pukul 06.30 WIB. Sunarso lalu memberi tahu Sukimin dan Yanti. Sukimin merupakan kerabat Ngadirin sedangan Yanti merupakan istri Ngadirin.

Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Tasikmadu. Polisi dan petugas kesehatan dari puskesmas setempat datang untuk memeriksa kondisi Ngadirin.

Berdasarkan pemeriksaan itu tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, namun keluar air mani dari tubuh korban. Keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak memperkenankan jasad Ngadirin diautopsi. Polisi pun menyerahkan jasad Ngadirin kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Tasikmadu. Polisi dan petugas kesehatan dari puskesmas setempat datang untuk memeriksa kondisi Ngadirin.

Berdasarkan pemeriksaan itu tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, namun keluar air mani dari tubuh korban. Keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak memperkenankan jasad Ngadirin diautopsi. Polisi pun menyerahkan jasad Ngadirin kepada keluarganya untuk dimakamkan.



Dalam Wakru 3 jamPolisi Tangkap Sebelas Pelaku Sweeping AW Resto Tasikmadu

11 terduga pelaku sweeping di restoran AW Resto yang berlokasi di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu pada tanggal 19 Desember 2016 lalu berhasil diringkus  tim gabungan dari Polres Karanganyar dan Polda Jateng dalam waktu tiga jam,  

Dilansir dari joglosemar.co Kamis 05/01/2017 tidak hanya melakukan sweeping, para pelaku juga diketahui melakukan penganiayaan terhadap pemilik AW Resto, yakni AW Mulyadi yang juga anggota DPRD Karanganyar.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penangkapan terhadap para pelaku dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari AW Mulyadi pasca kejadian.

Penangkapan dilakukan pada dini hari kemarin mulai pukul 03.00 hingga 06.00 WIB di beberapa tempat berbeda.

Namun, Kapolres masih enggan menyebut motif dari sweeping dan penganiayaan tersebut karena masih dalam proses penyelidikan. Selanjutnya kasus tersebut ditangani oleh Polda Jateng.

“Mereka akan menjalani pemeriksaan di Polda Jateng. Wewenangnya itu di sana. Mereka terancam pasal 169, 170, dan 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan,” kata Kapolres didampingi Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Nanang Haryono saat gelar perkara di Mapolres, Selasa (3/1/2017).

11 Terduga pelaku yang ditangkap yakni Joko Sumanto (42) warga Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar; Basuki (42) warga Papahan, Tasikmadu, Karanganyar; Paryanto (39) warga Polokarto, Sukoharjo; Sehol Akbar alias Sholeh Mujahid (18) warga Polokarto, Sukoharjo; Agus Burhan alias Agus Tahu (34) warga Polokarto, Sukoharjo.

Lalu Basuki alias Thebos (39) warga Cengkol, Mojolaban, Sukoharjo; Fadli Hasil (18) warga Polokarto, Sukoharjo; Sunardi (43) warga Lalung, Karanganyar; Dedi Setiawan alias Didik (36) warga Jaten, Karanganyar; serta Sugiyarto alias Nolah (41) warga Mojogedang, Karanganyar.

Lalu Basuki alias Thebos (39) warga Cengkol, Mojolaban, Sukoharjo; Fadli Hasil (18) warga Polokarto, Sukoharjo; Sunardi (43) warga Lalung, Karanganyar; Dedi Setiawan alias Didik (36) warga Jaten, Karanganyar; serta Sugiyarto alias Nolah (41) warga Mojogedang, Karanganyar.

“Kalau masih ada aksi seperti itu (sweeping), saya tidak akan tinggal diam. Saya akan buru para pelaku sampai di manapun,” tegasnya.

Dikonfirmasi, AW Mulyadi mengaku enggan berkomentar banyak perihal kejadian tersebut. Ia hanya menyatakan menyerahkan kasus itu ke pihak yang berwajib.

Seperti diketahui sebelumnya, aksi sweeping terjadi pada tanggal 19 Desember 2016 malam lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu belasan orang dengan memakai penutup muka mendadak mendatangi AW Resto yang konon ada tempat karaokenya itu. Namun aksi mereka sempat dihalangi oleh AW Mulyadi yang berujung pada penganiayaan.

Sementara itu, Polda masih mendalami kemungkinan kesamaan motif sweeping di AW Resto dengan di Social Kitchen, Solo. “Masih didalami, belum bisa dipastikan keterkaitan yang terjadi di dua tempat tersebut,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova di Semarang.